Sinergi Pemerintah, Kampus, dan Swasta dalam Implementasi SDGs 17: Praktik Baik Pemberdayaan Ekonomi di Kecamatan Tambaksari

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32663/cr8bce07

Keywords:

SDG 17, Partnership, Pentahelix, Economic Empowerment, Collaborative Governance

Abstract

Pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs), secara khusus pada Tujuan 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, merupakan instrumen prasyarat dalam mengurai masalah kemiskinan di perkotaan. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi tata kelola kolaboratif berbasis Pentahelix di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Sebagai wilayah padat penduduk, Tambaksari menginisiasi intervensi ekonomi yang melampaui pendekatan struktural tunggal dari pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan dokumentasi kebijakan daerah yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya bergeser peran menjadi orkestrator melalui penerbitan regulasi afirmatif seperti Program Padat Karya. Kesuksesan program ini didukung oleh kehadiran Perguruan Tinggi (kampus) yang memberikan pendampingan manajerial dan inovasi produk bagi UMKM, serta sektor Swasta yang menyalurkan pendanaan dan membuka rantai pasok (supply chain). Komunitas di tingkat akar rumput dan media massa melengkapi ekosistem ini dengan menjaga keberlanjutan motivasi serta merekonstruksi citra wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelembagaan kolaborasi lintas sektor sangat fundamental dalam menciptakan kemandirian ekonomi, meskipun tantangan terkait sinkronisasi data antar-aktor masih perlu dibenahi.

References

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles