Pemetaan Muka Air Tanah di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah
DOI:
https://doi.org/10.32663/georaf.v10i2.5408Kata Kunci:
ArcGIS,IDW,Desa Pekik Nyaring, Muka air Tanah.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengetahui akurasi Pemetaan Muka Air Tanah Air menggunakan metode interpolasi IDW(inverse distance weighting) dan ArcGIS di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini metode Kualitatif systematic Random Sampling digunakan untuk membuat model interpolasi. Teknik dan Alat Pengumpulan,Observasi. Adapun Teknik Analisis Data,validasi dan kesimpulan. Setelah data terkumpul dan di analisis diperoleh hasil: Pengujian akurasi model interpolasi spasial ini tidak hanya melalui data lapangan semata. Akurasi model juga berdasarkan validasi dengan titik koordinat. Masyarakat di Desa Pekik Nyaring kini khususnya tentang pemetaan muka air tanah dilakukannya penelitian ini dikarenakan di Desa Pekik Nyaring memetakan potensi air tanah di Desa Pekik Nyaring serta mengetahui apa yang harus dilakukan di kala terjadi kemarau, dan mengetahui bagaimana cara memaksimalkan potensi air tanah. Dalam hal penagganan terhadap pemetaan muka air tanah di Desa Pekik Nyaring, kini fakta yang timbul mengenai kurangnya sumber air ketika kemarau melanda dan dapat di antisipasi melaui pemetaan dengan menjaga daerah resapan air dengan reboisasi.
Unduhan
Referensi
Alamsyah, D. (2000). Dasar-dasar kesehatan lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Bancroft, G. N., & Hobbs, G. R. (1986). Geostatistics. London: Academic Press.
Burrough, P. A., & McDonnell, R. A. (2015). Principles of geographical information systems (3rd ed.). Oxford: Oxford University Press.
Chang, K. T. (2014). Introduction to geographic information systems (7th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Darwis, S. (2007). Pengelolaan sumber daya air tanah. Bandung: Penerbit ITB.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisius.
ESRI. (1999). ArcView GIS geostatistical analyst. Redlands, CA: Environmental Systems Research Institute.
Fetter, C. W. (2001). Applied hydrogeology (4th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Fortin, M. J., & Dale, M. R. T. (2005). Spatial analysis: A guide for ecologists. Cambridge: Cambridge University Press.
Freeze, R. A., & Cherry, J. A. (1979). Groundwater. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Isaaks, E. H., & Srivastava, R. M. (1989). An introduction to applied geostatistics. New York, NY: Oxford University Press.
Jatmiko, R. H. (2011). Sistem informasi geografis untuk analisis spasial. Yogyakarta
Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata ruang air tanah. Yogyakarta
Kumalasari, N., & Satoto. (2011). Air tanah dan pengelolaannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Li, J., & Heap, A. D. (2014). A review of spatial interpolation methods for environmental scientists. Geoscience Australia Record, 2014/23, 1–137.
Linsley, R. K., Kohler, M. A., & Paulhus, J. L. H. (1989). Hydrology for engineers (3rd ed.).
McGraw-Hill. Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2015). Geographic information science and systems (4th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
McBratney, A. B., & Webster, R. (1986). Choosing functions for semi-variograms of soil properties and fitting them to sampling estimates. Journal of Soil Science, 37(4), 617–639. https://doi.org/10.1111/j.1365-2389.1986.tb00392.x
Pramono, G. H. (2005). Aplikasi SIG untuk pemetaan sumber daya alam. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Shepard, D. (1968). A two-dimensional interpolation function for irregularly spaced data. Proceedings of the 1968 ACM National Conference, 517–524.
Siska, L., & Hung, C. (2001). Comparison of interpolation methods in groundwater mapping. Journal of Hydrology, 250(1–4), 1–15.
Sunaryo. (2005). Hidrogeologi terapan. Bandung: Penerbit ITB. Todd, D. K., & Mays, L. W. (2005). Groundwater hydrology (3rd ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Watson, D. F., & Philip, G. M. (1985). A refinement of inverse distance weighted interpolation. Geo-Processing, 2, 315–327.
Wati, S. (2016). Studi kerentanan pencemaran air tanah dangkal pada wilayah permukiman. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 12(2), 45–56.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

All Publication by Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







