Tingkat Bahaya Banjir Dalam Mitigasi Bencana di DAS Sungai Bengkulu

Authors

  • Fevi Wira Citra Universitas Prof Dr. Hazairin, SH
  • Supriyono Supriyono Universitas Prof Dr. Hazairin, SH http://orcid.org/0000-0002-2040-3929
  • Edwar Edwar Universitas Prof Dr. Hazairin, SH
  • Warsa Sugandi Universitas Prof Dr. Hazairin, SH

Keywords:

DAS, Sungai Bengkulu, Banjir

Abstract

Banjir yang terjadi di Bengkulu diakibatkan dari aktivitas yang tinggi di DAS akibat penambangan batu bara di hulu DAS Sungai Bengkulu, Bengkulu dilalui oleh beberapa sungai dan anak sungai Sungai Bengkulu, Sungai Hitam, Sungai Jenggalu, Sungai Lempuing, Sungai Babatan, Sungai Betungan, Sungai Muara, Sungai Riak, dan Sungai Sepan dan aktivitas penebangan hutan secara ilegal. Lokasi penelitian secara geografis terletak pada 102014’47†BT-102027’47†BT dan 3040’41†LS-3050’30†LS Kota Bengkulu Bengkulu. Wilayah di Bengkulu yang mengalami Bencana Banjir yang berada di dekat DAS Bengkulu yang hampir sepanjang tahun terjadi sebanyak 2 – 3 tahun. Wilayah yang paling sering terjadi bencana banjir dengan tingkat bahaya tinggi adalah Rawa Makmur dengan luas wilayah bahaya 111,06 Ha, Kelurahan Tanjung Agung luas wilayah bahaya 40,05 Ha, Tanjung Jaya luas wilayah bahaya 59.04 Ha, Kelurahan Kebun Tebeng luas wilayah bahaya 82,44 Ha dan Kelurahan Sawah lebar  luas wilayah bahaya 137,97 Ha dan di Kecamatan Gading Cempaka luas wilayah bahaya 632,98 Ha.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkulu 2017
Dewi, I.G.A.S.U., N.M. Trigunasih dan T. Kusmawati, 2012. Prediksi Erosi dan Perencanaan Konservasi Tanah dan Air pada Daerah Aliran Sungai Saba. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 1(1).
Gigih Himbawan. 2010. Penyebab Tetap Bermukimnya Masyarakat Di Kawasan Rawan Banjir Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu. Program Pascasarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah Dan Kota Universitas Diponegoro. Semarang.
Gunawan. 2009. Estimasi Daerah Rawan Bencana Banjir Menggunakan Metode Pendekatan Topographic Wetness Index. Manado.
Javed, A., M.Y. Khanday and S. Rais, 2011. Watershed Prioritization Using Morphometric And Land Use/Land Cover Parameters: A Remote Sensing And GIS Based Approach. Journal Geological Society Of India. 78:63-75.
Hermon, Dedi. 2015. Geografi Bencana Alam. Rajawali Pers. Jakarta.
Kementrian Negara Lingkungan Hidup. 2007. Analisis Potensi Rawan Bencana Alam di Papua dan Maluku (Tanah Longsor – Banjir – Gempa Bumi - Tsunami). Laporan Akhir. Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas . Jakarta.
Aris Marfai Muh dkk. 2016. Analisis Bencana Menunjang Pembangunan Daerah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Nursaaban. 2013. Arahan Penanggulangan Bencana Alam Melalui Analisis Multibahaya Dan Multirisiko Di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta. Laporan Hibah Bersaing. UNY.
Septinar, H., Daulay, R.W. and Putri, M.K., 2018. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERHADAP KONDISI DI BANTARAN HILIR SUNGAI MUSI KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG. JURNAL SWARNABHUMI: Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 3(1), pp.43-48.
Supriyono, S., 2017. Analisis Spasial Perubahan Bentuk Fisik Sungai Melalui Integrasi Citra Landsat Dan GIS Di Sub DAS Hilir Sungai Bengkulu. Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi, 1(1), pp.10-20.
Supriyono, S., 2017. Citra, FW, Sulistyo, B, Barchia, MF, 2017. In Estimasi Perubahan Tutupan Lahan Untuk Deteksi Erosi Tanah Di Catchment Area Das Sungai Bengkulu Dengan Menggunakan Citra Landsat. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP (Vol. 1, No. 1, pp. 110-122).
Supriyono, S. (2018). Critical Land Detection Watershed River Bengkulu and Effect of Coastal Area using Geographic Information System. Sumatra Journal Of Disaster, Geography And Geography Education, 2(1), 30-37. doi:10.24036/sjdgge.v2i1.136
Supriyono, S., Guntar, D., Edwar, E., Zairin, Z. and Sugandi, W., 2018. Sosialisasi Potensi Bencana dan Sistem Informasi Geografi (SIG) Kebencanaan di Kabupaten Seluma. BAGIMU NEGERI: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 2(1).
[USDA] United State Departement of Agriculture.2005, National Engineering Handbook Section 4: Hydrology. Washington D C, U.S.A Strengthening Community-Based Forest and Watershead Manajement (SCBFWM). 2010. “Mengenal Daerah Aliran Sungai dan Permasalahannya. Proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat”. Buletin No. 1 September 2010.

Published

2018-09-09

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3