Analisis Perbandingan Tingkat Pengetahuan Peringatan Dini Disekolah Muhammadiyah Di Kabupaten Karanganyar

Authors

  • Maharani Retno Wulandari Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Araa Reda Astara Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nur Zahro Madya A Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mohammad Anggit Setiawan Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muhammad Taufiq Ismail Arsyad Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Farizki Yunarta Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.32663/georaf.v4i1.591

Abstract

Abstract

 

Landslide disasters currently happens a lot in indonesia. One of them, namely the region of karanganyar Regency. The high rainfall intensity and geographical location greatly affects the occurrence of landslide. Landslides caused an awful lot of loss both economically, socially and casualties. Therefore need for early warning systems to mitigate the effects caused. Knowledge of early warning can prepare individuals to be more prepared in the face of disaster. Implementation of effective to transfer the knowledge of landslide early warning through the school. That is because the school has a younger generation of potential as agents of change. Therefore the purpose of this research is to know the level of knowledge of early warning in 33 schools in Karanganyar Regency, so by understanding the level of knowledge of early warning can be used as guidelines for further policy. This research uses descriptive quantitative methods with data analysis using microsoft excel. Of the 33 schools, which provided the sample noted that 27 have low knowledge levels and 6 among them has a moderate level of knowledge. Many factors affect the low level of knowledge of early warning is a lack of disaster material and dissemination of disaster affects the level of knowledge. 

Key words: early warning, disaster, landslide, school, preparedness

 

Abstrak

 

Bencana tanah longsor saat ini marak terjadi di indonesia. Salah satunya yaitu wilayah kabupaten karanganyar. Intensitas curah hujan yang tinggi dan letak geografis sangat mempengaruhi terjadinya bencana longsor. Tanah longsor tidak hanya mengakibatkan kerugian secara finansial, akan tetapi banyak sekali kerugian yang ditimbulkan seperti korban jiwa, dan sosial.  Maka dari itu perlu adanya sistem peringatan dini untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Pengetahuan akan  peringatan dini dapat mempersiapkan individu agar lebih siap dalam menghadapi bencana. Pengimplementasian yang efektif untuk menyalurkan pengetahuan akan peringatan dini bencana longsor yaitu melalui sekolah. Hal tersebut dikarenakan sekolah memiliki generasi muda yang berpotensi sebagai agent of change. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan peringatan dini di 33 sekolah di Kabupaten Karanganyar, sehingga dengan mengerti tingkat pengetahuan akan peringatan dini dapat dijadikan pedoman untuk kebijakan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis data menggunakan microsoft excel. Dari ke 33 sekolah yang dijadikan sample diketahui bahwa 27 diantaranya memiliki tingkat pengetahuan yang rendah dan 6 diantaranya memiliki tingkat pengetahuan sedang. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pengetahuan peringatan dini salah satunya kondisi siswa yang cenderung belum matang dan kurangnya materi kebencanaan dan sosialisasi tentang kebencanaan mempengaruhi tingkat pengetahuan.

 

Kata Kunci: Peringatan dini, bencana, tanah longsor, sekolah, kesiapsiagaan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annan, k. (2006). Membangun Sistem Peringatan Dini. Konferensi internasional ke tiga tentang Peringatan Dini.
Arif, F. N. (2015). Analisis Kerawanan Tanah Longsor Untuk Menentukan Mitigasi Bencana Di Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Semarang.
Brannen, J. (2002). Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif.
Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Samarinda.
Cinderawati Lesmana, N. P. (2015). Kesiapsiagaan Komunitas Sekolah Dalam Menghadapi Bencana. Jurnal Teknik Sipil, 11.
Cindrawati Lesmana, N. P. (2015, April). Kesiapsiagaan Komunitas Sekolah
Dalam Menghadapi Bencana Di Kabupaten Magelang. Jurnal Teknik Sipil,11.
Dessy Triana, T. S. (2017). Mitigasi Bencana Melalui Pendekatan Kultural dan Strukturral. prosiding seminar nasional XII Teknologi industri dan informasi 2017 sekolah tinggi teknologi nasional yogyakarta.
Eni Suryaningsih, L. F. (2017). Pengembangan Buku Cerita Bergambar Tentang Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api Untuk Siswa SD. 4.
Hilman Syarif, M. (2015). Hubungan Self Efficacy Dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. 6.
Indeks Rawan Bencana Indonesia Tahun 2013. (2013). In B. N. Bencana, RBI RISIKO BENCANA INDONESIA (p. hlm 86). Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Indrasmoro, G. P. (2013). Geographic Information System (GIS) Untuk Deteksi Daerah Rawan Longsor Studi Kasus Di Kelurahan Karang Anyar Gunung Semarang. Jurnal GIS Deteksi Rawan Longsor, 1-11.
Mukhlis, T. (2008 ). Perencanaan Sistem Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor Di Dusun Lucu Palongan Desa Campoan Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Forum Teknik Sipil, 888-898.
Munawar Cholil, I. H. (2017, oktober 14). Kajian Kerawanan Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Karanganyar. Seminar Nasional Pendidikan MIPA dan Teknologi IKIP PGRI Pontianak, 288-297.
Rahman, A. Z. (2015, oktober). Kajian
Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Management dan Kebijakan Publik, 1.


Rahman, A. Z. (2015, oktober). Kajian Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di
Kabupaten Banjarnegara. jurnal managemen dan kebijakan publik, 1.
Setiawan, H. (2014). Analisis Tingkat Kapasitas dan Strategi Coping Masyarakat Lokal dalam menghadapi Bencana Longsor Studi Kasus Di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 70-81.
setiawan, H. (2016). Kajian bentuk mitigasi bencana longsor dan tingkat penerimaan oleh masyarakat lokal. Jurnal hutan tropis, 1-7.
Setiawan, H. (2016). Kajian Bentuk Mitigasi Bencana Longsor dan Tingkat
Penerimaannya oleh Masyarakat Lokal. Jurnal Hutan Tropis, 1-7.
Setiawan, H. (2016). Kajian Bentuk Mitigasi Bencana Longsor Dan Tingkat Penerimaannya Oleh Masyarakat Lokal. Jurnal Hutan Tropis, 1-7.
Sudaryono, D. (2018). Metodologi Penelitian.
Syarif, H. (2015). Hubungan Self Eficacy dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 dan 6 Banda Aceh . Idea Nursing Jurnal, 53-61.
Taufik Eka Ramadhan, A. S. (2017). Pemodelan Potensi Bencana Tanah Longsor Menggunakan Analisis SiG. Jurnal Geodesi Undip, 6

Downloads

Published

2019-06-30

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15