PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19

(Studi Kasus di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo)

Authors

  • Fifin Agustina Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Isa Anshori Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32663/jpsp.v10i1.1629

Keywords:

Partisipasi; Politik Masyarakat; Pemilihan Kepala Desa

Abstract

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggarakan tahun 2020 ini akan dilaksanakan dalam keadaan pandemi COVID - 19, Desa Kedungbanteng merupakan salah satunya yang akan mengikuti Pilkades tahun ini, penerapan pilkades memiliki  tantangan tersenidri terkait penerapan demokrasi serta melindungi warga agar nyaman dan aman sesuai protokol kesehatan yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar partisipasi masyarakat dalam Pilkades, tidak hanya itu bagaimana kesiapan mereka. Tujuan dari penulisan jurnal ini merupakan mendeskripsikan Partisipasi Politik Masayarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo Tahun 2020. Tata cara riset yang digunakan dalam riset ini ialah tata cara kulitatif ialah sesuatu tata cara riset yang digunakan oleh periset untuk mempelajari kondisi objek natural dimana disini periset ialah instrument berarti. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa ada 3 (tiga) kandidat calon kepala desa yang diprediksi akan maju, yang pertama adalah Moh. Ali yang menjabat sebagai perangkat desa sebelum maju menjadi clon kepala desa, yang kedua adalah H. Budiono, Sp.d salah satu tokoh masyarakat yang memiliki sebuah stasiun radio satu-satunya di Desa Kedungbanteng, dan yang ketiga Moh. Khoiri yang sebelumnya menjabat sebagai kepala desa kedungbanteng yang akan mencalonkan kembali sebagai Kepala Desa. Hasil riset ini menampilkan kalau Partisipasi politik ataupun keikutsertaan masyarakt Desa Kedungbanteng buat tiba ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sangat besar meskipun dalam keadaan pandemic covid-19, banyak sekali kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak masyarakat, dengan adanya protocol kesahan yang sangat ketat dan aman maka masyarakat sedikit merasa tenang. Nyaris 98% warga memakai hak pilihnya pada pemilihan Kepala Desa Kedungbanteng tahun 2020. Perihal ini diakibatkan sebab terdapatnya aspek jaringan kekeluargaan serta kesaudaraan dari salah satu calon dan terdapatnya money politic berbentuk duit yang diberikan oleh calon Kepala Desa kepada warga pada dikala menjelang pemilihan serta setelah pemilihan Kepala Desa. Melihat pilkades di masa pandemi COVID–19, banyak sekali perihal yang wajib dicermati oleh pihak penyelenggara pilkades, kandidat calon kepala desa, dan massa pendukungnya, ialah mematuhi protokol kesehatan serta pula menjaga nilai pokok dari praktik demokrasi agar bisa terpenuhi, ialah: transparan, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Published

2021-07-21