SINERGI DANA DESA DAN GERAKAN GIZI :STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING DI KEPAHIANG
DOI:
https://doi.org/10.32663/39079w06Kata Kunci:
stunting, kebijakan, Dana Desa, KepahiangAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan penggunaan Dana Desa dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Evaluasi dilakukan menggunakan empat indikator model Van Meter & Van Horn, yaitu kesesuaian ukuran dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, efektivitas komunikasi antar organisasi, serta kondisi sosial, politik, dan ekonomi desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan stunting telah diintegrasikan ke dalam RKPDes dan APBDes, meskipun realisasi alokasi Dana Desa rata-rata hanya mencapai 5–7,5 %. Dana yang tersedia cukup untuk mendukung honor kader posyandu dan penyediaan PMT, namun pencairan dana yang lambat sering menghambat pelaksanaan kegiatan. Koordinasi lintas sektor berjalan aktif melalui forum musyawarah dan komunikasi daring, walaupun masih dibutuhkan pendalaman petunjuk teknis pencairan. Faktor sosial ekonomi masyarakat agraris serta komitmen aparatur desa menjadi pendorong utama keberhasilan implementasi kebijakan, sementara kondisi infrastruktur dan jadwal kegiatan menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas aparatur desa, percepatan prosedur pencairan, dan penguatan koordinasi antar sektor guna mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan.

