REPRESENTASI HATORI KBS DALAM AKUNTABILITAS DANA DESA DI KECAMATAN BUKIT SANTUAI
DOI:
https://doi.org/10.32663/mtqp6h02Kata Kunci:
HATORI KBS, akuntabilitas, Dana Desa, digitalisasi, pemerintahan desaAbstrak
Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis representasi aplikasi HATORI KBS (Hasil Monitoring Dokumen Desa) sebagai instrumen akuntabilitas di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, operator aplikasi, serta pejabat kecamatan, kemudian dianalisis berdasarkan dimensi akuntabilitas publik menurut Behn (2001) dan Mardiasmo (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HATORI KBS mampu memperkuat tiga dimensi akuntabilitas, yaitu akuntabilitas keuangan (accountability for finances), akuntabilitas atas keadilan prosedural (accountability for fairness), dan akuntabilitas terhadap hasil kinerja (accountability for performance). Temuan lainnya yakni, aplikasi ini tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga mempersempit ruang elite capture, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong perubahan budaya birokrasi desa menjadi lebih profesional. Namun demikian, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, ketidakmerataan infrastruktur internet, serta kebutuhan pengawasan eksternal tetap menjadi kendala utama. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi melalui HATORI KBS bukan sekadar alat teknis, melainkan sarana substantif untuk memperkuat tata kelola desa yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada hasil. Kontribusi utama dari penelitian ini ialah memberikan pemahaman empiris tentang bagaimana instrumen digital dapat menjadi mekanisme akuntabilitas publik yang efektif, sekaligus memperkuat praktik good governance di tingkal desa

