KRISIS SAMPAH DI KOTA BENGKULU: TANTANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN KOTA BERSIH DAN SEHAT
DOI:
https://doi.org/10.32663/y6vfwm39Keywords:
pengelolaan sampah, implementasi kebijakan, birokrasi, partisipasi masyarakat, Kota BengkuluAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu telah menjadi isu krusial seiring meningkatnya volume timbulan sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pengangkutan dan pengelolaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang dihadapi Pemerintah Kota Bengkulu, serta mengevaluasi efektivitas peran masyarakat dalam proses tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu masih belum optimal akibat lemahnya komunikasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya, rendahnya komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang tidak efisien. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih sangat rendah karena kurangnya edukasi, insentif, dan fasilitas pendukung. Studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas birokrasi, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat secara lebih partisipatif untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

