INOVASI PELAYANAN PUBLIK DI DINAS SOSIAL KOTA BENGKULU
DOI:
https://doi.org/10.32663/md.v3i2.5165Keywords:
Inovasi Pelayanan Publik, Efisiensi, Faktor PenghambatAbstract
Abstrak
Dinas Sosial Kota Bengkulu melakukan inovasi pelayanan publik untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Rogers (1983) yang mencakup lima indikator, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, dan kemudahan diamati. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik memudahkan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan saat ini, tidak rumit, dapat diuji coba, dan mudah diamati. Faktor pendukung inovasi ini adalah layanan yang berjalan sesuai prosedur serta adanya dukungan fasilitas dan anggaran. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana, minimnya anggaran, dan kurangnya pemahaman masyarakat, khususnya kelompok lansia, disabilitas, dan pemulung dalam mengakses informasi


